Pencampuran Warna

Pencampuran Warna 

 

Suatu hari, hujan turun dengan sangat deras di sebuah kota. Butiran-butiran hujan itu kemudian membiaskan cahaya matahari menjadi berbagai warna yang menciptakan suatu pelangi yang sangat indah ketika hujan telah berhenti. Terinspirasi oleh hal itu, seorang produser film ingin membuat sebuah pelangi buatan dengan menggunakan berbagai warna lampu yang beraneka ragam yang mewakili berbagai warna pada pelangi dan kemudian memproyeksikannya pada layar. Cahaya tersebut mengumpul menjadi satu dan menciptakan suatu warna yang indah. Ketika semua cahaya tersebut disorotkan pada suatu titik, maka terciptalah suatu cahaya putih yang sangat terang.

Film itu pun kemudian ditayangkan dan ditonton oleh banyak orang, termasuk seorang anak kecil. Anak itu sangat terpesona dengan warna pelangi dan kemudian ia bertekad untuk membuat pelangi sendiri dari krayon di rumahnya. Ia menggoreskan warna krayon tersebut pada sehelai kertas dan kemudian menghiasnya dengan berbagai pemandangan. Pada suatu bagian, ia ingin bereksperimen dengan mencampurkan semua warna yang ada dan pada akhirnya terciptalah suatu warna yang gelap yang sangat buruk. Anak itu pun kecewa karena hasil karyanya rusak dan tidak bisa seindah yang ditontonnya.

Pencampuran warna tersebut mengajarkan banyak hal dalam kehidupan kita terutama dalam bersosialisasi dengan orang lain. Sebagai makhluk sosial, manusia tidak dapat hidup sendiri dan membutuhkan orang lain untuk menjalankan kehidupannya secara normal. Setiap orang dalam kelompok ataupun organisasi memiliki karakter dan ciri khas masing-masing yang menjadi identitas dirinya. Setiap orang memiliki peranan dan kelebihannya masing-masing.

Dalam analogi pencampuran cahaya, cahaya putih atau cahaya matahari merupakan suatu hal yang sangat terang dan berkilau yang dapat kita umpamakan sebagai suatu kesuksesan. Cahaya matahari merupakan suatu cahaya yang tersusun oleh banyak cahaya dengan berbagai panjang gelombang sehingga ketika diuraikan akan menghasilkan berbagai warna cahaya dan sebaliknya apabila cahaya dengan berbagai cahaya dikumpulkan akan menghasilkan cahaya putih. Dalam kehidupan sosial, cahaya dengan berbagai warna melambangkan setiap individu yang unik satu sama lain. Ketika cahaya tersebut bersatu dan saling melengkapi dan mengisi satu sama lain, maka akan tercipta suatu keberhasilan atau pencapaian.

Sedangkan dalam analogi pencampuran warna krayon, setiap warna juga mewakili setiap individu yang unik. Namun, dalam hal ini, setiap individu saling bersaing untuk menonjolkan kemampuannya dan berusaha agar warnanya yang paling terlihat. Setiap individu tidak mau saling mengisi satu sama lain sehingga pada akhirnya semua warna akan bersaing dan menghasilkan suatu warna yang gelap karena semuanya ingin muncul sebagai warna pemenang.

Dalam kehidupan kita, baik dalam kelompok, organisasi, kepanitiaan, dan lainnya, kita sering menjumpai kedua pilihan tersebut. Sekarang, keputusan ada di tangan kita masing-masing. Apakah kita ingin menjadi seperti pencampuran cahaya, ataukah kita ingin menjadi seperti pencampuran krayon. Selamat belajar dan mengembangkan diri dalam bersosialisasi dengan orang lain. Semoga pilihan yang dipilih dapat membantu untuk mencapai suatu tujuan bersama dan bukan hanya tujuan individu.

Matheus Alvin (16/19)